Archive for the Tauladan Category

new me and my self

Posted in Renungan, Sosial, Tauladan on March 10, 2011 by Immette At-Tibranee

Assalamualaikum….

termenung panjang gak aku nk menulis ari ni … nk tulis tentang apa … so bila dok termenung panjang tu… hehehe terasa nk menulis tentang kehidupan baru aku di kota bharu / kelantan .

yeah … memang mencabar, sblm ni aku jarang balik kelantan, selalu dok KL je … hampir 14 thn gak aku dok KL rupanya.. dr KLCC tak naik hingga dah timbul Pavillion hehehehe… tempat hang out paling PANAS kat kl skg ni… but than … pd aku.. tak de apa pun kat PV tu… semuanya sama je.. maybe sbb opis aku dekat gan PV kot.. so dah jemu tgk ari2…

so keputusan aku utk balik keja n tinggal kat kelantan ni membuat kwn2 aku semua mcm tak percaya.. even masa interview keja pun dia org berkali2 tanya aku betul ke nk keja ni??? hahahah smpi aku penat nk jwb … but than … aku dpt keja sini .. so dah hampir 2 bulan keja dah…

mmg kehidupan aku kat kelate ni … emmm mcm membosankan sikit .. but i like it .. sbb tak pening kepala dgn jem n parking etc… skg ni aman damai kehidupan aku… dah tak pening gan kesibukan kota… dr umah nk pi keja pun naik motor je.. 5minit je masanya.. hahahah mmg havent sgt

kwn… emmm leh bilang gan jari member kat kelate ni… hehehe mmg aku tak de kwn .. so byk dok umah je lah.. klu busan layan la blog .. baca apa2 yg patut…. pe pun .. kehidupan mesti di terusan …

KEMBALI KEPANGKAL JALAN

Posted in Isu Semasa, Renungan, Sosial, Tauladan on March 8, 2011 by Immette At-Tibranee

Assalamualaikum ….

Emm… rasanya tajuk kat atas tu terlalu luas utk aku huraikan … aku akn cuba huraikan setakat amna yg aku mampu… but than its all about my self.. aku tak nk ceta pasal org lain..

Selama 14thn aku dok KL… emmm mcm2 kehidupan aku temui… tahun pertama .. merupakan tahun yg penuh mencabar utk aku .. sbbnya SLANG KELANTAN AKU SUSAH NK ILANG hahaha… but than lama2 dah ok sikit lah.

berbalik kepada tajuk di atas … mmg kehidupan di kota besar… menguji keimanan kita.. kat mana kita nk letak dan bawa diri kita … itu terpulang kepada individu masing2. Alhamdulillah…. aku mempunyai pendirian yg cukup kuat utk menahan godaan sosial di KL… No arak.. No dadah aku sentuh selama ku di KL… budaya lepak di shopping complek tidak menjadi budaya bagi aku… banyak masa aku suka berada di rumah… tgk TV, baca Paper ( sinar harian, the star & harakah ) lain2 paper… hahah no way.. semuanya info sampah. makin serabut bila baca paper tersebut..

kekdg aku sedey tgk ramai kwn2 aku dan manusia di sekeliling terlalu gelojoh mengejar budaya songsang & barat kononnya … tak modern la klu dok ikut budaya melayu & tempatan … hahah well… itu lah mentaliti org melayu & rakyat malaysia … aku pernah travel ke beberapa negara sblm ni… dah mcm2 budaya aku jumpa.. tp mereka tetap teguh dengan budaya mereka .. dan identiti mereka… yg bestnya .. bila aku naik kapal terbang Thahiti Airline … crew dia org pakai baju bunga2 ( mcm hawai ) dan dengan selipar je… is cukup utk aku buat tersenyum… yg membanggakan aku… mereka menang beberapa anugerah … so salah bg mereka yg mengagongkan budaya barat klu mengatakan kita tak berjaya klu dok pakai budaya tempatan … dan tak akan maju… jepun & china … meraka menjadi gergasi ekonomi dunia … tanpa perlu mengubah budaya n bahasa mereka…

HATI SEORG INSAN YG BERNAMA ….

Posted in Renungan, Tauladan on March 7, 2011 by Immette At-Tibranee

Assalamualaikum semua …

Semua org mempunyai keinginan utk mengapai impian. Namun adakah kita semua berusaha sepenuh hati untuk memilikinya???? mungking ada antara kita mengatakan ” YA”…. bg mana yg ” TIDAK”??? adakah di sebabkan kita terlalu seronok dengan kehidupan kita skg … tanpa memilkirkan apa yg akn berlaku di masa hadapan??

Pengalaman lalu banyak mengajar aku erti kehidupan. Kekdg tu mmg terlalu pahit utk di lalui … apatah lagi untuk mengungkapkannya. Namun, untuk masa depan.. aku bangkit jugak.. tanpa menoleh kebelakang. Walaupun di pertengahan jalana terlalu banyak dugaan yg aku tempuhi. Hanya hati aku yg cekal mampu mengharungi kepayahan dan kesusahan utrk mengapai kejayaan ini.

Org kata… utk berjaya bukan senang, aku mmg akui kenyataan tersebut. Tapi ada di antara insan yg kita anggap ” KAWAN & SAHABAT BAIK” sentiasa menanti kejatuhan kita… walaupun ia melibatkan 30% dr org yg berada di sekeliling kita… namun tanpa hati yg cekal… kita pasti jatuh.

Aku mmg pernah menangis kerana kegagalan dlm hidup… ye menangis sepuas-puasnya. biar aku menangis skg … tidak di penghujungnya.. kerna aku pasti … suatu hari akan hadir kejayaan yg di impikan.. asalkan aku tidak putus asa. Org selalu kata aku ” KUAT BERANGAN & TOO MUCH FANTASY”…. hahahah wat ever they wanna say lah… aku tak kisah.. kerna aku tau apa yg aku buat… dan aku tau kemampuan aku.. cuma kasihan kat dia org… terlalu suka menjaga tepi kain org… diri sendiri tidak kemana…

WElll… alhamdulillah, apa yg aku hajati hampir pasti tiba.. namun … nun jauh masih banyak ranjau yg perlu aku lalui… aku perlukan sokongan moral dr insan yg sudi ….

Aku bersyukur kerana mempunyai kakak yg sentiasa yakin dengan apa yg aku buat… dan sentiasa memberi sokongan terhadap aku… im proud to say that coz u know me better… sbb kakak aku yg menjaga aku dr kecil hingga skg… yeah… my parent both of them … kembali kepada ALLAH… so hanya kakak aku yg berpeluh.. berpenat lelah… dan bermcm2 ber lagi untuk membesarkan aku utk menjadi insan yg berguna … sudah tentu utk diri aku sendiri… utk masyarakat… hahahah no way.. just for my self… i dont care bout masyarakat… coz … they love to see ppl fall down..

ok lah.. byk pulak celoteh aku ni hahaha…. kepada yg sudi baya.. thx ya…

ciao

Sultan Muhammad Al-Fateh

Posted in Renungan, Tauladan on August 9, 2008 by Immette At-Tibranee

 Kota Konstantinopel kini bernama Istanbul. Kota yang kaya akan arsitektur dan seni Islam ini terletak di tepi selat yang terindah di dunia, yakni selat Bosporus (Turki). Istanbul mempunyai daya pikat bagi wisatawan, lokal dan mancanegara. Daya tarik itu apalagi kalau bukan bangunan-bangunan bersejarah, museum, baik bangunan peninggalan masa Byzantium maupun peradaban Islam.

Di antara obyek wisata yang paling banyak dikunjungi itu antara lain adalah Aya Sophia (peninggalan Kerajaan Byzantium), Masjid Biru yang memiliki enam menara, dan Istana Topkapi yang dibangun pada tahun 1462.

Dalam eksiklopedi disebutkan, Konstantinopel dibangun oleh Kaisar Constantine Agung sebagai ibukota Kekaisaran Romawi, di tempat bekas Kota Byzantium Lama (324-330). Karena dibangun oleh Constantine Agung itulah kota ini kemudian dinamakan Konstantinopel (Constantinople). Ketika kerajaan Romawi pecah menjadi dua, kota ini tetap menjadi ibukota Kerajaan Romawi Timur atau Kerajaan Byzantium. Pada tahun 1455 Konstantinopel ditaklukkan oleh Dinasti Turki Othman.

 

Sejarah menyebutkan, pasukan Islam yang pertama kali menyerbu Konstantinopel adalah pasukan yang dipimpin oleh Mu’awiya bin Abi Sufyan saat pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib ra pada tahun 34 H. Penyerangan berikutnya dilakukan oleh putranya Yazid pada 47 H, kemudian oleh Sufyan bin Aus pada tahun 52 H yang selanjutnya diikuti oleh Salma saat pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 97H.

Konstantinopel kembali diserbu selama pemerintahan Khalifah Hisham bin Abdul Malik pada 121 H dan serbuan terakhir selama pemerintahan Khalifah Harun Al Rashid pada 182 H. Upaya penyerbuan ini berhenti ketika pemerintahan Islam mulai melemah dan retak serta banyak mengalami rongrongan baik dari dalam maupun luar. Lemahnya pasukan Islam dan kuatnya pasukan Byzantium membuat semua upaya untuk menguasai Konstantinopel itu gagal.

Penyerbuan kembali Konstantinopel terjadi delapan abad setelah penyerbuan pertama. Adalah Kesultanan Uthmany (Ottoman) yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 857 H. Dengan keberhasilan ini maka ‘ramalan’ Nabi bahwa umat Islam akan dapat membebaskan Konstantinopel, sebagaimana disebutkan oleh sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, terwujud.

Pada tahun itu, tepatnya tanggal 16 Rabi’ul Awwal, Muhammad Al Fateh, Sultan Uthmany yang berkuasa pada waktu itu mengerahkan sekitar 150 ribu tentara Islam. Al Fateh telah melakukan persiapan luar biasa untuk menggapai kemenangan itu.

Sejarawan Islam, Ismail Hami Danshbund, yang hidup sezaman dengan Sultan Muhammad Al Fateh melukiskan, sejak menaiki singgasananya Sultan harus rela ‘begadang’ setiap malam guna mempelajari peta dan keadaan Kota Konstantinopel guna mencari strategi yang jitu untuk penyerangan. Sultan mempelajari lokasi-lokasi mana yang cocok untuk pertahanan dan mencoba menemukan titik-titik kelemahan musuh.

Selain itu, Sultan juga mencoba mengevaluasi kegagalan pasukan Islam sebelumnya. Tak cuma itu, ia terlibat diskusi dengan para pembantunya untuk menemukan strategi terbaik. Sultan juga memerintahkan para insinyur untuk membuat peralatan atau fasilitas pendukung penyerbuan. Para insinyur itu membuat meriam dam bom ‘raksasa’.

Artileri-artileri berat juga digunakan untuk penyerbuan ke Konstantinopel. Sultan juga melibatkan para kaum cendekiawan dan para imam yang memiliki otoritas seperti Sheikh Alqourany, dan Sheikh Khisrawi, yang telah memotivasi para tentara untuk berjihad.

Begitu tentara Islam mencapai dinding-dinding pertahanan kota, Sultan memerintahkan pasukannya untuk mengumandangkan adzan dan mendirikan shalat berjamaah. Demi menyaksikan 150 ribu pasukan Muslim shalat di belakang pemimpinnya dengan suara takbir yang menggema, pasukan Byzantium yang Kristen itu mulai kecut dan cemas. Mental mereka jatuh.

Setelah Sultan menempatkan para tentaranya, dia lalu mengirim pesan kepada Raja Byzantium. Isinya; pasukan Islam akan mengambil alih kota dengan memberi jaminan keselamatan dan menjaga kehormatan seluruh penduduknya.

Namun ajakan damai ini ditolak oleh Raja. Bahkan ia mengumumkan perang melawan pasukan Islam. Karena itu pasukan Muslim kemudian membombardir kota selama 48 hari lamanya. Ketika Raja Constantine merasa terdesak, dia lalu meminta bantuan paus yang kemudian mengirimkan lima kapal berisi senjata, perbekalan, dan tentara guna memperkuat moral pasukan Byzantium. Mereka gembira menyambut bantuan ini.

Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Pagi berikutnya, mereka dikejutkan oleh kehadiran 80 kapal musuh di dalam teluk Bosporus. Sultan dengan ketajaman strateginya membawa kapal-kapal itu menghadang laju kapal kiriman paus itu. Kapal-kapal bantuan paus ini dihujani artileri pasukan Ottoman. Dan merekapun terbakar. Tapi ini tak membuat Constantine menyerah begitu saja.

Memang, pasukan Islam belum sampai ke benteng yang ada di jantung kota. Untuk bisa menyerbu kota, Sultan memerintahkan pasukannya untuk membuat terowongan bawah tanah.

Selain itu, Sultan meminta pasukan untuk menyiapkan senjata-senjata rahasia hasil bikinan para insinyurnya. Senjata rahasia ini berupa sebuah menara raksasa yang bisa digerakkan ke mana saja. Menara yang bisa menampung ratusan tentara di dalamnya ini tingginya melebihi tinggi benteng/tembok kota Konstantinopel. Senjata rahasia ini membuat bulu kuduk pasukan Byzantium berdiri. Sebab, mereka mengira tentara Muslim dibantu oleh ’setan-setan’.

Setelah pasukan Islam berhasil menjebol benteng bagian tengah, pasukan Kristen berhasil merusak ‘menara yang bergerak’ dengan melempari zat-zat kimia. Kendati demikian, pertahanan kota mulai melemah. Ketakutan membersit di wajah para tentara Byzantium.

Malam harinya, pasukan Bizantium menghabiskan waktunya di dalam gereja. Mereka berdoa agar Tuhan mengirimkan bala bantuannya agar Konstantinopel selamat dari pasukan Muslim. Saat yang bersamaan, Sultan menghabiskan malamnya untuk memotivasi para tentaranya dengan mengingatkan mereka akan hadits Nabi di atas, dan berdoa mengharap kemenangan dari Allah.

Paginya, pasukan Islam kembali menyerang. Mereka memanjati dinding dengan tangga atau melompat dari dalam ‘menara-menara’, Mereka menghujani benteng bagian dalam kota dengan meriam-meriam. Tetapi, penyerangan ini tak membuahkan hasil. Pasukan Byzantium dengan gagah berani mempertahankan kotanya. Ribuan tentara Muslim gugur sebagai syuhada. Ketika Sultan menyaksikan hal ini, dia lalu memerintahkan pasukannya untuk mundur.

Sembari mundur Sultan meminta pasukannya untuk terus membombardir kota hingga waktu tengah hari. Tentara Muslim kembali menyerang dan beberapa Mujahidin dapat memasuki kota. Yang pertama kali dapat memasuki kota adalah Hasan Ulu Badi dengan 30 anak buahnya. Namun, mereka semuanya gugur menjadi syuhada ketika ratusan anak panah menghujani mereka dari segala penjuru. Demi melihat hal ini pasukan Muslim kemudian mulai mundur, dan bahkan mereka nyaris mengambil langkah seribu.

Pada kondisi kritis inilah Al Fateh tampil ke depan. Ia membangkitkan semangat para tentaranya dengan mengisahkan keberanian pasukan Nabi saat perang Uhud. Sembari mengutip hadits Sultan berseru, ”Anakku, di sini saya siap untuk mati di jalan Allah, barangsiapa yang menginginkan kesyahidan, mari ikuti saya.” Sejenak kemudian, tentara Muslim yang tadinya hendak mundur kembali menyerbu mengikuti Sultan laksana banjir bandang yang membobol pertahanan kaum Kuffar. Mereka akhirnya dapat merebut kota dan menegakkan kalimat Allah. Inilah awal bagi berkembangnya Islam di Eropa.

( SUMBER : http://muhammadhanif.wordpress.com)